Home
news
KAJARI ACEH TAMIANG EKSEKUSI TERPIDANA TIPIKOR PEMBANGUNAN PASAR KECAMATAN MANYAK PAYED

KAJARI ACEH TAMIANG EKSEKUSI TERPIDANA TIPIKOR PEMBANGUNAN PASAR KECAMATAN MANYAK PAYED


Selasa, 2018-03-13 - 13:22:06 WIB

Sabtu, tanggal 10 Maret 2018 sekira Pukul 12.30 WIB, Tim dari Kejaksaan Negeri Aceh Tamiang yang dipimpin oleh Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Tamiang IRWINSYAH, S.H. telah mengamankan Terpidana Tindak Pidana Korupsi yang melanggar Pasal 3 Jo. Pasal 18 ayat (1) huruf a dan b, ayat (2) dan (3) UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana dengan identitas sebagai Atas Nama Safrizal Bin Rusli 41 Tahun Warga Desa Leung Bata Kecamatan Lueng Bata Kota Banda Aceh Pekerjaan Wiraswasta ( Kuasa Direktur PT. Loeh raya Perkasa)

Bahwa Tim dari Kejaksaan Negeri Aceh Tamiang berhasil menangkap Terpidana di Rumah Makan Hasan 2 Kota Banda Aceh sekira Pukul 12.30 WIB, dan langsung dibawa ke Kantor Kejaksaan Tinggi Aceh untuk dilakukan eksekusi atas Putusan Mahkamah Agung Nomor 1366 /PID.SUS/2013 tanggal 02 Oktober 2013.

Terpidana Safrizal Bin Rusli dieksekusi setelah melakukan Tindak Pidana Korupsi secara bersama-sama dalam Pelaksanaan Proyek Pembangunan Pasar Tradisional dan Sarana Pendukung Lainnya di Kecamatan Manyak Payed Kabupaten Aceh Tamiang Tahun 2010, dimana Terpidana dalam Putusan Pengadilan Negeri Kuala Simpang Nomor 224/Pid.B/2011/PN.Ksp hari Rabu tanggal 22 Februari 2011 dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana “KORUPSI YANG DILAKUKAN BERSAMA-SAMA” dan oleh karena itu Terpidana dijatuhi pidana penjara selama 1 (satu) Tahun dan denda sebesar Rp.50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) subsidiair 1 (satu) bulan serta pidana tambahan berupa pembayaran uang pengganti sebesar Rp.38.992.962,- (tiga puluh delapan juta sembilan ratus sembilan puluh dua ribu sembilan ratus enam puluh dua rupiah), maka Terpidana mengajukan permohonan Banding ke Pengadilan Tinggi Banda Aceh, dimana Putusan Pengadilan Tinggi Banda Aceh Nomor 04/PID-TIPIKOR/2012/PT.BNA tanggal 14 Mei 2012 menerima permohonan Banding dari Terpidana dan membatalkan putusan Pengadilan Negeri Kuala Simpang tanggal 22 Februari 2012 No. 224/Pid.B/2011/PN.Ksp dan menyatakan Terpidana terbukti melakukan perbuatan yang didakwakan kepadanya dalam dakwaan Primair dan Subsidiair, tetapi perbuatan itu bukan merupakan perbuatan pidana; Melepaskan oleh karena itu Terpidana dari segala tuntutan hukum dari dakwaan Primair dan Subsidiair, maka selanjutnya Penuntut umum mengajukan permohonan Kasasi ke Mahkamah Agung Republik Indonesia atas Putusan Pengadilan Tinggi Banda Aceh tersebut, dimana dalam Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 1366K/Pid.Sus/2013 tanggal 02 Oktober 2013 mengabulkan permohonan Kasasi Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Kuala Simpang dan membatalkan Putusan Pengadilan Tinggi Banda Aceh Nomor 04/PID-TIPIKOR/2012/PT.BNA tanggal 14 Mei 2012 yang membatalkan putusan Pengadilan Negeri Kuala Simpang tanggal 22 Februari 2012 No. 224/Pid.B/2011/PN.Ksp, dan menyatakan Terpidana telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Korupsi Yang Dilakukan Bersama-Sama” dan menjatuhkan pidana terhadap Terpidana pidana penjara selama 1 (satu) Tahun dan denda sebesar Rp.50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) subsidiair 1 (satu) bulan serta pidana tambahan berupa pembayaran uang pengganti sebesar Rp.38.992.962,- (tiga puluh delapan juta sembilan ratus sembilan puluh dua ribu sembilan ratus enam puluh dua rupiah) dengan ketentuan apabila dalam waktu 1 (satu) bulan setelah putusan ini mempunyai kekuatan hukuman tetap Terpidana tidak membayar, maka harta bendanya disita dan dilelang untuk menutup uang pengganti tersebut dan jika tidak mempunyai harta benda yang cukup untuk membayar uang pengganti, maka diganti dengan pidana penjara selama 1 (satu) bulan.

Bahwa Terpidana sementara dititipkan di ruang tahanan Kejaksaan Tinggi Aceh untuk selanjutnya dibawa ke Kabupaten Aceh Tamiang dengan menggunakan Pesawat Lion Air dari Bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh tujuan Bandara Internasional Kualanamu, Medan pada Pukul 16.35 WIB, dimana sebagian Tim sudah menunggu di Bandara Internasional Kualanamu, Medan untuk selanjutnya membawa langsung Terpidana ke Kantor Kejaksaan Negeri Aceh Tamiang dengan menggunakan Mobil Dinas Kejaksaan Negeri Aceh Tamiang.

Sekira Pukul 23.30 WIB, Tim tiba di Kab. Aceh Tamiang dan langsung menyerahkan Terpidana ke Lapas Kelas IIB Kuala Simpang, dimana sebelumnya Tim telah berkoordinasi dengan pihak Lapas sehingga Tim dapat langsung menyerahkan Terpidana untuk segera menjalani hukumannya selama 1 (satu) Tahun. dengan dieksekusinya Terpidana Safrizal Bin Rusli diharapkan agar Terpidana tidak mengulangi perbuatannya serta menimbulkan efek jera bagi Terpidana