Home
news
KEJARI ACEH TAMIANG EKSEKUSI KASUS PENGRUSAKAN

KEJARI ACEH TAMIANG EKSEKUSI KASUS PENGRUSAKAN


Jumat, 2017-04-28 - 15:29:22 WIB

Pada hari Kamis, tanggal 20 April 2017 sekira Pukul 21.00 WIB, Kejaksaan Negeri Aceh Tamiang telah mengeksekusi Terpidana yang melanggar Pasal 406 ayat (1) Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana dengan identitas BADIK Bin (Alm) SULAIMAN warga Dusun Rindu, Desa Pantai Cempa, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang;

Kejaksaan Negeri Aceh Tamiang berhasil mengeksekusi Terpidana atas bantuan dari Kepolisian Sektor Tamiang Hulu, dimana Kepolisian Sektor Tamiang Hulu sebelumnya berhasil menangkap Terpidana di Bengkelang Kecamatan Bandar Pusaka pada Pukul 18.00 WIB.

Terpidana BADIK Bin (Alm) SULAIMAN dieksekusi setelah melakukan Tindak Pidana pada hari Minggu tanggal 14 Desember 2014 sekira Pukul 13.00 WIB di Desa Pantai Cempa Kec. Bandar Pusaka Kab. Aceh Tamiang yang telah secara bersama-sama dengan sengaja dan melawan hukum merusakkan barang sesuatu yang seluruhnya milik orang lain dimana Terpidana bersama dengan MATSAM (DPO/Belum tertangkap) dengan tanpa ijin dari Saksi Aprianus melakukan pengrusakkan terhadap pohon rambung / karet dengan luas ±2 ha (kurang lebih dua hektar) atas sebanyak ±11 (kuarang lebih seribu seratus) batang milik Saksi Aprianus dengan cara menebasnya hungga tumbang dengan menggunakan sebilah parang.

Terpidana dijatuhi hukuman selama 3 (tiga) bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Kuala Simpang dengan Nomor Putusan 175/Pid.B/2015/PN.KSP, lalu Terpidana mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Banda Aceh sehingga Putusan Pengadilan Tinggi Banda Aceh memperbaiki Putusan Pengadilan Negeri Kuala Simpang tersebut dengan menguhukum Terpidana dengan pidana penjara selama 6 (enam) bulan, lalu Terpidana mengajukan Kasasi ke Mahkamah Agung RI, namun Mahkamah Agung RI menolak permohonan Kasasi Terpidana, sehingga Terpidana harus menjalani hukuman penjara selama 6 (enam) bulan

Terpidana telah diserahkan ke Lapas Kelas IIB Kuala Simpang untuk menjalani hukuman penjara selama 6 (enam) bulan.